Langsung ke konten utama

Postingan

Postingan terbaru

Anggapan

dulu sewaktu kesempatan itu datang aku mengambilnya dengan dua tangan menyelesaikanya dengan seluruh pikiran namun bertahan dengan sepertengah waktu.. dulu kalau diingat-ingat sepertinya aku banyak mencoba hal tapi tidak mengakhiri sampai berhasil bertemu hanya kata sudah pernah dan berakhir dengan kata sebelumnya dulu kalau diingat-ingat diriku bukan seperti sekarang menjadi wanita lembut yang pendiam  tidak pernah lagi tertawa terbahak-bahak tidak pernah lagi mengambil resiko kesalahan tidak pernah lagi mencoba berpetualang Dulu kalau diingat-ingat diriku lebih menyapa waktu diriku lebih secuek itu diriku lebih sehebat lalu sekarang tidak pernah lagi  lagian juga tidak ada lagi lagian juga sudah lewat lagi lagian juga kapan bisa mencoba lagi?

Lanang

laki-laki bertubuh kecil berwarna kulit sawo matang bergaya rambut cepak bunder satu dikepalanya aku menyebutnya Cah Lanang. jemarinya bertemu dengan Jari-jariku itu kecil sekali, menggenggamnya dengan lembut dia tersenyum perlihatkan gigi putihnya. matanya yang sipit senyuman yang lebar wajah yang sayu pernah ku mendengar gelak tawanya tersipu malu jika aku pandangi sejenak aku mengira dia adikku kehadirannya membuatku nyaman ingin lagi segera bertemu dia namun sayang kemarin adalah batas waktu untuk kami dapat bertemu dikemudian hari. *** terima kasih adik kecil****

Calon

dia adalah sosok yang kuat dan sederhana. dia menerima dia menentang dia sabar dia adil hanya pribadinya yang keras ucapan yang apa adanya penampilan yang seadanya namun dia memiliki keyakinan teguh akan Tuhannya. aku belum pernah mendapatkan sosok seperti dia ini kali pertama aku membuka hati ini kali pertama aku mau mengerti walau sering berdebat walau sering bermufakat tapi intinya satu jalan dan tujuan terima kasih untuk waktu yang telah kita lalui bersama lebih panjang lagi jangan terbatasi biarlah hanya umur yang mampu memisahkan kita. tentang bagaimana keberadaan kita saat ini atau nanti biarlah sesuai rencana Tuhan.

Talah

kenapa iya, setiap waktu yang sudah berlalu akan ada kata, kenapa waktu itu aku tidak melakukannya tapi ketika waktu itu berjalan,  aku tidak memikirkan untuk berbuat   rasanya sudah terlambat untuk memperbaiki semua coba dari awal kembali, rasanya tidak mungkin sudah dipertengahan jalan aku melangkah tapi aku belum bisa mendapatkan itu apakah ini buruk buat diri? mungkin beberapa kali aku menyesal berpikir ini akan mendatangkan masalah baru  tapi aku bisa merasakan bagaimana dulu, pada mulanya memandang bagaimana dulu, aku berperilaku   rasa nyaman ini bukanlah atas sebuah pencarian semua itu datang mengalir seperti air hujan, jatuh dan membasah sesuai rintiknya terkadang hanya sebuah gerimis yang mengundang tapi pernah juga seperti Gemuruh yang besar   perjalananku ini memang belum terlalu tapi aku bisa merasakan apapun yang terjadi, itu  memberi rasa bahwa pengertian yang ku rangkai dengan cepat adalah salah...