Langsung ke konten utama

Lanang

laki-laki bertubuh kecil

berwarna kulit sawo matang

bergaya rambut cepak

bunder satu dikepalanya

aku menyebutnya Cah Lanang.


jemarinya bertemu dengan Jari-jariku

itu kecil sekali,

menggenggamnya dengan lembut

dia tersenyum perlihatkan gigi putihnya.


matanya yang sipit

senyuman yang lebar

wajah yang sayu

pernah ku mendengar gelak tawanya

tersipu malu jika aku pandangi


sejenak aku mengira dia adikku

kehadirannya membuatku nyaman

ingin lagi segera bertemu dia

namun sayang kemarin adalah batas waktu

untuk kami dapat bertemu dikemudian hari.


*** terima kasih adik kecil****


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cangkriman

Aku sangat menyayangi dia Tuhan Apa dia tahu itu? Aku sangat mencintai dia Tuhan Apa dia tahu itu?. Aku sangat menghormati dia Apa dia bisa tahu? Aku sangat menghargai keputusannya Apa dia bisa paham? Aku sangat ingin berubah untuk dia Apa dia juga begitu? Aku sangat memberikan yang terbaik untuk dia Apa dia juga tahu? Aku sangat ingin selalu bersama dia Apa dia serius dengan ucapannya? Aku merasakan apa yang tidak aku rasakan dengan yang dulu Apa itu benar adanya? Aku mencintaimu untuku itu aku percaya padamu Apa itu sungguh-sungguh? Aku harus bisa kuat untukmu Apa itu sungguh-sungguh? Aku ingin hubungan ini saling membangun kedepannya Apa itu sungguh-sungguh? Aku sangat mencintaimu dengan hati yang tulus Apa itu sungguh-sungguh? Apa mungkin kita bisa selalu bersama? Ingat semua yang kita ucapkan Saling membangun, saling melengkapi, saling memahami Nyatanya sebelum Badai itu datang Kita selalu menunggu perdebatan Yang katanya ini untuk memperkuat hubungan Lucu sekali rasanya Hubungan ...

Dengar Manusia

lalu jikalau malam minggu apa yang berubah bisanya aku merasakan apa itu namanya kesepian bisanya aku merasakan apa itu namaya kegundahan bisanya aku ikut serta dalam peran kegalauan lalu siapa yang menyebabkan itu terjadi  aku merasa kuat untuk diri sendiri aku yakin tidak akan mengharapkan siapapun sampai aku sendiri jelas dengan hidup sampai aku yakin kapan harus kembali membuka hati lalu sisanya penuh ketakutan takut kalau aku ini salah takut kalau aku ini terlambat takut kalau aku ini sebenarnya hanya menghindar memegang kendali untuk hidup sendiri menata kembali untuk hidup kedepan memulai kembali dari dasar rasa yakinku semakin pudar  rasa percayaku semakin sirna  aku tidak mendapatkan  menyerangku dan meragukanku begitu lemah dan rapuh kalau kata mereka, terus mencoba terus mulai lagi tapi apa mereka merasakannya? apa mereka benar ingin membantuku? mendengar manusia sedangkan Tuhan belum mengatakan---

Talah

kenapa iya, setiap waktu yang sudah berlalu akan ada kata, kenapa waktu itu aku tidak melakukannya tapi ketika waktu itu berjalan,  aku tidak memikirkan untuk berbuat   rasanya sudah terlambat untuk memperbaiki semua coba dari awal kembali, rasanya tidak mungkin sudah dipertengahan jalan aku melangkah tapi aku belum bisa mendapatkan itu apakah ini buruk buat diri? mungkin beberapa kali aku menyesal berpikir ini akan mendatangkan masalah baru  tapi aku bisa merasakan bagaimana dulu, pada mulanya memandang bagaimana dulu, aku berperilaku   rasa nyaman ini bukanlah atas sebuah pencarian semua itu datang mengalir seperti air hujan, jatuh dan membasah sesuai rintiknya terkadang hanya sebuah gerimis yang mengundang tapi pernah juga seperti Gemuruh yang besar   perjalananku ini memang belum terlalu tapi aku bisa merasakan apapun yang terjadi, itu  memberi rasa bahwa pengertian yang ku rangkai dengan cepat adalah salah...