laki-laki bertubuh kecil
berwarna kulit sawo matang
bergaya rambut cepak
bunder satu dikepalanya
aku menyebutnya Cah Lanang.
jemarinya bertemu dengan Jari-jariku
itu kecil sekali,
menggenggamnya dengan lembut
dia tersenyum perlihatkan gigi putihnya.
matanya yang sipit
senyuman yang lebar
wajah yang sayu
pernah ku mendengar gelak tawanya
tersipu malu jika aku pandangi
sejenak aku mengira dia adikku
kehadirannya membuatku nyaman
ingin lagi segera bertemu dia
namun sayang kemarin adalah batas waktu
untuk kami dapat bertemu dikemudian hari.
*** terima kasih adik kecil****
Komentar
Posting Komentar