Mimpi Semalam.... Suasana yang ramai di terminal, semua pada sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, begitupun denganku, aku membantu seorang teman supirku malam itu. Kami yang lagi beristirahat aku sibuk menghitung uang yang ada ditanganku, dan teman supirku tadi dia sibuk dengan minuman yang ada diatas meja, dia bersama teman-temannya tertawa bersama. Aku tidak takut sama sekali justru aku senang bisa berada ditempat itu, dikelilingi laki-laki yang seumuran dengan Ayahku. aku mengakui kalau mereka memang lebih kuat, lebih besar, dan pasi saja lebih menyeramkan dengan pakaian preman berantakan, rambut panjangnya, muka bengis, tatoan yang ada ditangan mereka, tidak lupa dengan segala aksesoris preman yang mereka gunakan, itu benar-benar melengkapi penampilan mereka untuk menjadi seorang preman. Awalnya aku bekerja sebagai kernet bus pariwisata, dan aku memungut ongkos kepada setiap penumpang yang naik bis kami saat itu, sampai aku bertemu dengan seorang bapak-bapak yang sangat menyeba...