Langsung ke konten utama

Postingan

Daya

perjalanan panjang untuk mencapai akhir bahagia menyempatkan waktu, mungkin tidak membuang waktu melepaskan keinginan yang dicapai, karena belum waktunya Semua masih di angan-angan   aku berharap bisa memberikan dengan baik berhadap pada rasa yang tidak sejalan hati dan pikiran bertolakbelakang merenggang rasa yang seharusnya   aku membumbuhi dengan doa dan pengampunan dari Tuhan tapi malas untuk berucap dan melakukan setiap kebaikan merasa kehilangan kesempatan diwaktu yang telah berlalu jauh   jangan tanya tentang penyesalan apalagi amarah terpendam waktulah yang dapat mengubahnya tapi dia juga yang tidak memberitahukannya   sekarang lepaskan, biarkanlah kata orang berkata “berlalu biarlah berlalu” disamping aku bertanya apa aku masih mempunyai waktu ?

Cangkriman

Aku sangat menyayangi dia Tuhan Apa dia tahu itu? Aku sangat mencintai dia Tuhan Apa dia tahu itu?. Aku sangat menghormati dia Apa dia bisa tahu? Aku sangat menghargai keputusannya Apa dia bisa paham? Aku sangat ingin berubah untuk dia Apa dia juga begitu? Aku sangat memberikan yang terbaik untuk dia Apa dia juga tahu? Aku sangat ingin selalu bersama dia Apa dia serius dengan ucapannya? Aku merasakan apa yang tidak aku rasakan dengan yang dulu Apa itu benar adanya? Aku mencintaimu untuku itu aku percaya padamu Apa itu sungguh-sungguh? Aku harus bisa kuat untukmu Apa itu sungguh-sungguh? Aku ingin hubungan ini saling membangun kedepannya Apa itu sungguh-sungguh? Aku sangat mencintaimu dengan hati yang tulus Apa itu sungguh-sungguh? Apa mungkin kita bisa selalu bersama? Ingat semua yang kita ucapkan Saling membangun, saling melengkapi, saling memahami Nyatanya sebelum Badai itu datang Kita selalu menunggu perdebatan Yang katanya ini untuk memperkuat hubungan Lucu sekali rasanya Hubungan ...

Langkah

tuhan memiliki cara terbaik kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi kedepannya dengan menjalani waktu melewati setiap masa meninggalkan setiap kata melupakan semua rasa  mencoba menjadi jiwa baru menjadi pribadi yang lebih baik selalu berusaha membuktikan pernahkah merasa lelah dengan keadaan mencoba sekali saja menghentikan waktu ada hal yang ingin diperbaiki tapi semua telah terjadi dengan begitu memberikan pelajaran tuhan selalu tahu apa maknanya lepaskan saja biarkan ini terjadi nikmati saja, saat-saat seperti ini bagaimana akhirnya nanti tetaplah terus berjuang jangan lepaskan kedamaian dalam hati tuhan tahu kita telah berusaha memberikan yang terbaik.

Dengar Manusia

lalu jikalau malam minggu apa yang berubah bisanya aku merasakan apa itu namanya kesepian bisanya aku merasakan apa itu namaya kegundahan bisanya aku ikut serta dalam peran kegalauan lalu siapa yang menyebabkan itu terjadi  aku merasa kuat untuk diri sendiri aku yakin tidak akan mengharapkan siapapun sampai aku sendiri jelas dengan hidup sampai aku yakin kapan harus kembali membuka hati lalu sisanya penuh ketakutan takut kalau aku ini salah takut kalau aku ini terlambat takut kalau aku ini sebenarnya hanya menghindar memegang kendali untuk hidup sendiri menata kembali untuk hidup kedepan memulai kembali dari dasar rasa yakinku semakin pudar  rasa percayaku semakin sirna  aku tidak mendapatkan  menyerangku dan meragukanku begitu lemah dan rapuh kalau kata mereka, terus mencoba terus mulai lagi tapi apa mereka merasakannya? apa mereka benar ingin membantuku? mendengar manusia sedangkan Tuhan belum mengatakan---

Runtuh

satu hari yang begitu singkat  satu hari yang aku nanti-nantikan satu hari yang aku terka-terka, dan tibalah jujur aku menunggunya, aku selalu bertanya-tanya apakah mungkin aku akan sebahagia itu apakah mungkin aku kan benar-benar merasakan kasih aku pikir aku akan benar-benar disayangi tapi ternyata satu persatu, semuanya pergi satu persatu membuat itu jelas aku harus berhenti dan terima dihari ini,  dihari Bahagiaku, untuk pertama kalinya  aku merasa tangis tersedu tidak ada yang spesial tidak ada yang menganggap itu ada aku semakin kecil ketika umurku semakin besar keberanianku semakin hilang ketika aku terus berharap kemalasanku semakin besar ketika aku terus berusaha aku seperti yang terlupakan layak hembusan angin yang terlewat manusia bodoh menyedihkan dan menakutkan tidak memiliki harapan dan jatuh pada lantai paling dasar lalu siapa yang akan mengangkatku kembali tinggallah diri Tua ini.